Fenomena wabah virus corona atau (covid-19)
yang muncul di awal tahun 2020 ini semakin lama semakin membuat kekhawatiran di
seluruh dunia. Virus yang sampai saat ini belum ditemukan penangkalnya telah
merambah hampir ke seluruh negara-negara besar di dunia. Mulai dari China,
Korea Selatan, Singapura dan lainnya di daratan Asia termasuk Indonesia, hingga
ke Italia,Prancis dan lainnya di daratan Eropa.
Tanaman
herbal banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai salah satu cara membantu
pencegahan infeksi virus corona atau Covil-19. Beberapa tanaman herbal yang
umum dikonsumsi masyarakat adalah kunyit dan temulawak. Di
lansir dari CNN Indonesia, Dekan Sekolah Farmasi Instituti Teknologi Bandung
(ITB), Daryono Hadi Tjahjono menjelaskan bahwa kunyit (Curcuma Longa L) mnegandung senyawa metabolit. Senyawa ini merupakan bahan alam berupa kurkumin yang
dilaporkan memiliki potensi terapeutik yang beragam seperti antibiotik,
antivirus, antioksidan, antikanker, dan untuk penanganan penyakit Alzheimer.
"Kurkumin atau turunannya yaitu kurkuminoid, juga terdapat
pada temulawak, jahe, dan tanaman sejenis. Selain senyawa kurkuminoid, terdapat
puluhan senyawa kimia lain yang terkandung di dalam tanaman tersebut,".
Lebih jauh, Daryono menyebutkan, berbagai penelitian farmakologi
telah dilakukan terhadap kurkumin. Namun salah satu yang menjadi perhatian saat
ini adalah pengaruh kurkumin terhadap penyembuhan Covid-19. Hal ini diketahui
sejak terjadi epidemi penyakit SARS pada 2003 silam.
Berdasarkan Covesia.com, beberapa daerah sudah mengantisipasi
bahan herbal dari sector pertanian untuk membantu mempersiapkan kebutuhan
masyarakat dengan bahan herbal yang mampu mencegah virus corona salah satunya
kota Padang. Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pertanian melakukan
serangkaian upaya dalam menangkal virus corona atau Covid-19 yang mulai
ditakuti, karena belum ditemukannya obatnya. Kepala Dinas Pertanian Kota Padang
Syahrial mengatakan, Salah satu upaya yang kita lakukan adalah mengajak
masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh, pola hidup sehat dan lainnya. Selain
itu kita juga mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi rempah-rempah seperti
jahe, kunyit dan temulawak serta tanaman obat yang bisa mencegah virus Corona.
Hal itu lantaran manfaatnya mampu meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga
serangan virus Covid-19 tidak mudah masuk ke dalam tubuh. Beliau juga
mengatakan bahwa virus corona dapat ditanggulangi dengan obat herbal yang
mengandung curcumin. Zat tersebut terdapat pada tumbuh-tumbuhan yang kerap
digunakan sebagai bumbu masak seperti jahe, temulawak, kunyit dan lain-lain.
Pada dasarnya seperti diketahui, virus corona ini
merupakan satu kingdom dengan influenza yang bisa ditangkal atau dicegah dengan
curcumin. Dan curcumin mampu meningkatkan kekebalan tubuh sehingga daya tahan
tubuh terhadap serangan penyakit meningkat. Menyikapi hal tersebut, kita yang
berada di luar daerah kota Padang harus juga menyediakan tanaman heral seperti
kunyit dan temulawak. Hal tersebut bisa membantu kita semua dalam mencegah
datangnya virus corona atau covid-19.
Melihat banyaknya ratusan kota terisolasi karena virus
corona yang berdampak bagi banyak bidang ekonomi dunia, selain dari bidang
sector pertanian, bidang penerbangan juga mengalamai kendala. bahkan secara khusus Negara Arab Saudi
menghentikan sementara kedatangan jamaah umroh guna mengantisipasi tersebarnya
wabah ini di dua tanah suci. Menyikapi epidemi global ini, sebagai seorang
muslim hendaklah kita kembali kepada ajaran-ajaran agama kita. Selain
berikhtiar mencegah dengan mengkonsumsi bahan herbal yang halal, ada baiknya
kita lakukan beberapa kiat-kiat sebagai seorang muslim dalam menyikapi wabah
virus corona yang sedang mewabah saat ini.
1.
Senantiasa
meminta perlindungan kepada Allah.
Virus corona adalah makhluk sebagaimana makhluk-makhluk Allah
lainnya, dan ia tidaklah bergerak kecuali atas perintah dan izin Allah ta’ala
yang menciptakannya. Oleh karenanya, kita berlindung dari wabah ini kepada
Allah sebelum kita berlindung kepada kemampuan diri kita sendiri atau kemampuan
makhluk lainnya. Ingatlah bahwa Allah adalah sebaik-baiknya pelindung dan
sebaik-baiknya penjaga. Allah berfirman:
(فَٱللَّهُ خَيۡرٌ حَٰفِظٗاۖ وَهُوَ أَرۡحَمُ
ٱلرَّٰحِمِينَ)
“Maka Allah adalah sebaik-baiknya penjaga
dan Dialah Maha Penyayang di antara para penyayang”. (QS Yusuf, Ayat
64).
Berlindung kepada Allah ini bisa dilakukan
dengan senantiasa membaca doa-doa pelindung yang bersumber dari Al-Qur’an
seperti surat Al-Falaq dan surat An-Nas ataupun
dari doa-doa yang bersumber dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, seperti
doa yang dianjurkan untuk dibaca di pagi dan petang hari:
(بِسمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهَ
شَيءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَمَاءِ وَهُوَ السَمِيعُ العَلِيم)
“Dengan nama Allah yang tidak membahayakan
dengan namaNya segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, dan Ia lah Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui”.
Doa ini berdasarkan sabda Nabi shallahu alaihi wasallam, bila
diamalkan oleh seorang hamba di pagi dan petang hari masing-masing sebanyak
tiga kali, maka niscaya tidak akan membahayakannya segala sesuatu apapun yang
ada di atas muka bumi ini.
2. Berikhtiar dengan melakukan pencegahan.
Di samping berlindung kepada Allah, tentunya sebagai seorang
manusia kita juga harus berikhtiar dengan melakukan usaha-usaha pencegahan agar
virus ini tidak menular kepada diri kita atau kepada orang-orang yang kita
sayangi. Ikhtiar ini bisa dilakukan dalam skala individu maupun skala
berjamaah.
Ikhtiar dalam skala individu dilakukan dengan mengikuti
cara-cara yang dianjurkan oleh para ahli dalam bidang ini, seperti rutin
menjaga kesehatan, rutin mencuci tangan, rutin memakan dari makanan-makanan
yang baik, rutin memakai masker dikeramaian, serta menghindari keluar rumah dan
berkumpul di tempat keramaian bila tidak diperlukan.
Adapun ikhtiar dalam skala berjamaah, maka
bisa dilakukan dengan cara melakukan pencegahan-pencegahan agar virus ini tidak
merambah ke skala yang lebih luas lagi seperti melakukan isolasi kepada
mereka-mereka yang terkena virus atau mereka yang tercurigai terkena virus. Dan
ikhtiar ini hendaklah dilakukan oleh pihak-pihak yang berwenang. Hal ini
berdasarkan makna hadis Nabi shallallahu alaihi wasallam yang
berbunyi:
(إذا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأرْضٍ، فلاَ تَقْدمُوا
عَلَيْهِ، وإذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا، فَلا تخْرُجُوا فِرَارًا
مِنْهُ)
“Apabila kalian mendengar tentangnya (wabah
penyakit) di sebuah tempat, maka janganlah kalian masuk ke dalamnya, dan bila
kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar daripadanya sebagai
bentuk lari daripadanya”. (HR.Bukhari dan Muslim)
3. Bertawakkal kepada Allah.
Setelah melakukan ikthtiar-ikhtiar yang ada, maka pada akhirnya
semua kita serahkan kepada Allah. Kita tawakkalkan diri kita kepadaNya. Karena
hidup dan mati kita sebagai seorang hamba semua berada di tanganNya. Allah
berfirman:
(قُلۡ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحۡيَايَ
وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ)
“Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya
shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh
alam”. (QS Al-An’am, Ayat 162)
Dan perlu kita ketahui bahwa seorang hamba akan tetap hidup
bilamana memang ajalnya belum datang, bahkan bila virus corona ataupun virus
lainnya yang lebih ganas daripada itu menjangkitinya, namun bila memang sudah
ajalnya, jangankan virus corona atau yang lebih dari itu, bahkan digigit semut
pun seseorang bisa mati jikalau memang ajalnya telah tiba.
Ajal seseorang pasti datang, namun pertanyaannya adalah apakah
yang telah kita persiapkan dari amalan saleh menyambut ajal tersebut? Semoga
Allah menutup hidup kita dengan husnul khotimah.
4. Yakin kepada Allah akan kesembuhan.
Bila ada di antara kita yang ditakdirkan oleh Allah tertimpa
penyakit ini, maka yakinlah bahwa Allah adalah sebaik-baiknya penyembuh karena
Ia lah Tuhan Yang Maha Penyembuh.
Dan yakinlah juga bahwa tidak ada penyakit yang Allah turunkan,
kecuali ada juga obat yang diturunkan bersamanya. Nabi shallallahu alaihi
wasallam bersabda:
(إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ خَلَقَ
الدَّاءَ خَلَقَ الدَّوَاءَ فَتَدَاوَوْا ) رواه أحمد (12186) وحسنه الألباني.
“Sesungguhnya Allah ketika menciptakan
penyakit maka ia menciptakan penyembuhnya, maka berobatlah”. (HR.
Ahmad (no:12186) dan dihasankan oleh Imam Albani).
Demikian tips dan cara kita berikhtiar dalam mencegah
virus cocona masuk kedalam tubuh kita. mari kita berdoa kepada Allah agar supaya Ia senantiasa
menjaga diri kita, keluarga kita, kerabat kita dan orang-orang yang kita
sayangi dari terkena wabah virus ini. Mari kita juga berdoa kepada Allah agar
Ia senantiasa menjaga negeri kita dan juga negeri-negeri kaum muslimin lainnya
dari wabah penyakit mematikan ini. Dan tak lupa juga kita sisipkan doa-doa
terbaik kita kepada mereka saudara-saudara kita yang sedang diuji dengan virus
ini agar supaya Allah segera menyembuhkan mereka dari penyakit ini. Allahuma
Aamiin
Jzakumullah Khoir
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi
Wabarokatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar