Kamis, 26 Maret 2020

CURCUMIN CEGAH COVID-19


Fenomena wabah virus corona atau (covid-19) yang muncul di awal tahun 2020 ini semakin lama semakin membuat kekhawatiran di seluruh dunia. Virus yang sampai saat ini belum ditemukan penangkalnya telah merambah hampir ke seluruh negara-negara besar di dunia. Mulai dari China, Korea Selatan, Singapura dan lainnya di daratan Asia termasuk Indonesia, hingga ke Italia,Prancis dan lainnya di daratan Eropa.

Tanaman herbal banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai salah satu cara membantu pencegahan infeksi virus corona atau Covil-19. Beberapa tanaman herbal yang umum dikonsumsi masyarakat adalah kunyit dan temulawak. Di lansir dari CNN Indonesia, Dekan Sekolah Farmasi Instituti Teknologi Bandung (ITB), Daryono Hadi Tjahjono menjelaskan bahwa kunyit (Curcuma Longa L) mnegandung senyawa metabolit. Senyawa ini merupakan bahan alam berupa kurkumin yang dilaporkan memiliki potensi terapeutik yang beragam seperti antibiotik, antivirus, antioksidan, antikanker, dan untuk penanganan penyakit Alzheimer.

"Kurkumin atau turunannya yaitu kurkuminoid, juga terdapat pada temulawak, jahe, dan tanaman sejenis. Selain senyawa kurkuminoid, terdapat puluhan senyawa kimia lain yang terkandung di dalam tanaman tersebut,".
Lebih jauh, Daryono menyebutkan, berbagai penelitian farmakologi telah dilakukan terhadap kurkumin. Namun salah satu yang menjadi perhatian saat ini adalah pengaruh kurkumin terhadap penyembuhan Covid-19. Hal ini diketahui sejak terjadi epidemi penyakit SARS pada 2003 silam.

Menanggapi hal tersebut, apa yang telah dilakukan dari sector pertanian terhadap pasokan tanaman herbal dalam membantu menangkal virus covil-19 ?

Berdasarkan Covesia.com, beberapa daerah sudah mengantisipasi bahan herbal dari sector pertanian untuk membantu mempersiapkan kebutuhan masyarakat dengan bahan herbal yang mampu mencegah virus corona salah satunya kota Padang. Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pertanian melakukan serangkaian upaya dalam menangkal virus corona atau Covid-19 yang mulai ditakuti, karena belum ditemukannya obatnya. Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syahrial mengatakan, Salah satu upaya yang kita lakukan adalah mengajak masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh, pola hidup sehat dan lainnya. Selain itu kita juga mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi rempah-rempah seperti jahe, kunyit dan temulawak serta tanaman obat yang bisa mencegah virus Corona. Hal itu lantaran manfaatnya mampu meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga serangan virus Covid-19 tidak mudah masuk ke dalam tubuh. Beliau juga mengatakan bahwa virus corona dapat ditanggulangi dengan obat herbal yang mengandung curcumin. Zat tersebut terdapat pada tumbuh-tumbuhan yang kerap digunakan sebagai bumbu masak seperti jahe, temulawak, kunyit dan lain-lain.

Pada dasarnya seperti diketahui, virus corona ini merupakan satu kingdom dengan influenza yang bisa ditangkal atau dicegah dengan curcumin. Dan curcumin mampu meningkatkan kekebalan tubuh sehingga daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit meningkat. Menyikapi hal tersebut, kita yang berada di luar daerah kota Padang harus juga menyediakan tanaman heral seperti kunyit dan temulawak. Hal tersebut bisa membantu kita semua dalam mencegah datangnya virus corona atau covid-19.
Melihat banyaknya ratusan kota terisolasi karena virus corona yang berdampak bagi banyak bidang ekonomi dunia, selain dari bidang sector pertanian, bidang penerbangan juga mengalamai kendala. bahkan secara khusus Negara Arab Saudi menghentikan sementara kedatangan jamaah umroh guna mengantisipasi tersebarnya wabah ini di dua tanah suci. Menyikapi epidemi global ini, sebagai seorang muslim hendaklah kita kembali kepada ajaran-ajaran agama kita. Selain berikhtiar mencegah dengan mengkonsumsi bahan herbal yang halal, ada baiknya kita lakukan beberapa kiat-kiat sebagai seorang muslim dalam menyikapi wabah virus corona yang sedang mewabah saat ini.
1.      Senantiasa meminta perlindungan kepada Allah.
Virus corona adalah makhluk sebagaimana makhluk-makhluk Allah lainnya, dan ia tidaklah bergerak kecuali atas perintah dan izin Allah ta’ala yang menciptakannya. Oleh karenanya, kita berlindung dari wabah ini kepada Allah sebelum kita berlindung kepada kemampuan diri kita sendiri atau kemampuan makhluk lainnya. Ingatlah bahwa Allah adalah sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penjaga. Allah berfirman:
(فَٱللَّهُ خَيۡرٌ حَٰفِظٗاۖ وَهُوَ أَرۡحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ)
Maka Allah adalah sebaik-baiknya penjaga dan Dialah Maha Penyayang di antara para penyayang”. (QS Yusuf, Ayat 64).

Berlindung kepada Allah ini bisa dilakukan dengan senantiasa membaca doa-doa pelindung yang bersumber dari Al-Qur’an seperti surat Al-Falaq dan surat An-Nas ataupun dari doa-doa yang bersumber dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, seperti doa yang dianjurkan untuk dibaca di pagi dan petang hari:

(بِسمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهَ شَيءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَمَاءِ وَهُوَ السَمِيعُ العَلِيم)
Dengan nama Allah yang tidak membahayakan dengan namaNya segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, dan Ia lah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Doa ini berdasarkan sabda Nabi shallahu alaihi wasallam, bila diamalkan oleh seorang hamba di pagi dan petang hari masing-masing sebanyak tiga kali, maka niscaya tidak akan membahayakannya segala sesuatu apapun yang ada di atas muka bumi ini.
          2. Berikhtiar dengan melakukan pencegahan.
Di samping berlindung kepada Allah, tentunya sebagai seorang manusia kita juga harus berikhtiar dengan melakukan usaha-usaha pencegahan agar virus ini tidak menular kepada diri kita atau kepada orang-orang yang kita sayangi. Ikhtiar ini bisa dilakukan dalam skala individu maupun skala berjamaah.
Ikhtiar dalam skala individu dilakukan dengan mengikuti cara-cara yang dianjurkan oleh para ahli dalam bidang ini, seperti rutin menjaga kesehatan, rutin mencuci tangan, rutin memakan dari makanan-makanan yang baik, rutin memakai masker dikeramaian, serta menghindari keluar rumah dan berkumpul di tempat keramaian bila tidak diperlukan.
Adapun ikhtiar dalam skala berjamaah, maka bisa dilakukan dengan cara melakukan pencegahan-pencegahan agar virus ini tidak merambah ke skala yang lebih luas lagi seperti melakukan isolasi kepada mereka-mereka yang terkena virus atau mereka yang tercurigai terkena virus. Dan ikhtiar ini hendaklah dilakukan oleh pihak-pihak yang berwenang. Hal ini berdasarkan makna hadis Nabi shallallahu alaihi wasallam yang berbunyi:

(إذا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأرْضٍ، فلاَ تَقْدمُوا عَلَيْهِ، وإذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا، فَلا تخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ)
“Apabila kalian mendengar tentangnya (wabah penyakit) di sebuah tempat, maka janganlah kalian masuk ke dalamnya, dan bila kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar daripadanya sebagai bentuk lari daripadanya”. (HR.Bukhari dan Muslim)

          3. Bertawakkal kepada Allah.
Setelah melakukan ikthtiar-ikhtiar yang ada, maka pada akhirnya semua kita serahkan kepada Allah. Kita tawakkalkan diri kita kepadaNya. Karena hidup dan mati kita sebagai seorang hamba semua berada di tanganNya. Allah berfirman:
(قُلۡ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحۡيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ)
Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam”. (QS Al-An’am, Ayat 162)

Dan perlu kita ketahui bahwa seorang hamba akan tetap hidup bilamana memang ajalnya belum datang, bahkan bila virus corona ataupun virus lainnya yang lebih ganas daripada itu menjangkitinya, namun bila memang sudah ajalnya, jangankan virus corona atau yang lebih dari itu, bahkan digigit semut pun seseorang bisa mati jikalau memang ajalnya telah tiba.
Ajal seseorang pasti datang, namun pertanyaannya adalah apakah yang telah kita persiapkan dari amalan saleh menyambut ajal tersebut? Semoga Allah menutup hidup kita dengan husnul khotimah.
         4. Yakin kepada Allah akan kesembuhan.
Bila ada di antara kita yang ditakdirkan oleh Allah tertimpa penyakit ini, maka yakinlah bahwa Allah adalah sebaik-baiknya penyembuh karena Ia lah Tuhan Yang Maha Penyembuh.
Dan yakinlah juga bahwa tidak ada penyakit yang Allah turunkan, kecuali ada juga obat yang diturunkan bersamanya. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
(إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ خَلَقَ الدَّاءَ خَلَقَ الدَّوَاءَ فَتَدَاوَوْا ) رواه أحمد (12186) وحسنه الألباني.
Sesungguhnya Allah ketika menciptakan penyakit maka ia menciptakan penyembuhnya, maka berobatlah”. (HR. Ahmad (no:12186) dan dihasankan oleh Imam Albani).

Demikian tips dan cara kita berikhtiar dalam mencegah virus cocona masuk kedalam tubuh kita. mari kita berdoa kepada Allah agar supaya Ia senantiasa menjaga diri kita, keluarga kita, kerabat kita dan orang-orang yang kita sayangi dari terkena wabah virus ini. Mari kita juga berdoa kepada Allah agar Ia senantiasa menjaga negeri kita dan juga negeri-negeri kaum muslimin lainnya dari wabah penyakit mematikan ini. Dan tak lupa juga kita sisipkan doa-doa terbaik kita kepada mereka saudara-saudara kita yang sedang diuji dengan virus ini agar supaya Allah segera menyembuhkan mereka dari penyakit ini. Allahuma Aamiin
Jzakumullah Khoir
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Rabu, 25 Maret 2020

My Profil

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Hallo, I,m Moslem

Blog ini akan saya share ilmu yang bisa kita amalkan untuk menjalankan hijrah menuju peradaban yang madani. Akan indah jika hidup kita manfaatkan sebaik-baik mungkin untuk bekal menuju akhirat. Tulisan ini juga mewakili rasa bersyukur terhadap karunia Allah Subahnallahu Ta'ala atas nikmat yang begitu berlimpah.

So, Baca terus Blog Moslefuture

CURCUMIN CEGAH COVID-19

Fenomena wabah virus corona atau (covid-19) yang muncul di awal tahun 2020 ini semakin lama semakin membuat kekhawatiran di seluruh dunia....